ayah

16 12 2009

assalamu’alaykum ayah…
apa kabarmu di sana?
maaf aku belum sempat pulang…
karena kuliah dan amanah yang memburuku tiap hari..

ayah..
masih ingatkah dirimu yah..
waktu aku lahir..
ada fotomu yang mengadzani aku dengan sayangnya..

waktu aku berumur beberapa bulan..
ada foto dirimu menggendongku..

waktu aku berumur 2 tahun..
dirimu sangat bangga pada diriku yang sudah bisa mengikuti gerakan waktu sholat ied

waktu aku balita..
dirimu sangat takjub waktu mengetahui cara menggarukku sama persis dengan opa..
padahal opa sudah meninggal pada saat aku lahir..

waktu aku TK..
kau sangat bangga waktu dirimu tahu aku juara lomba menggambar..
dan kau pun sangat senang mengetahui bahwa aku senang berhitung..
ketika aku mulai bingung ditanya: inda kalau sudah besar mau jadi apa?
kau pun dengan sabar bertanya: inda sukanya apa?
aku pun menjawab: menggambar..
ayah bertanya lagi: apalagi?
aku menjawab lagi: mm…ngitung..
dan kau pun mengambil kesimpulan: kalo begitu inda jadi arsitek aja, kerjaannya ngegambar sama ngitung, cocok sama yang inda suka..(sambil tersenyum)
sejak itupun aku merasa mantap menjawab pertanyaan: inda klo udah besar mo jadi apa?
“jadi ARSITEK” (sambil tersenyum)

waktu aku SD..
aku menyadari kenapa dirimu selalu sibuk bekerja..
aku hanya bisa melihatmu waktu pagi hari..
kau pulang setelah aku pergi tidur..
walaupun begitu dirimulah yang setiap hari mengantarku sekolah..

waktu aku rangking satu..
dirimulah yang paling semangat menceritakannya kepada saudara dan teman-temanmu yang lain..
dirimu begitu bangganya..sampai-sampai aku kadang tidak mau bertemu dengan mereka karena malu..

waktu aku SMP..
aku mulai malu ketika dirimu ingin menciumi kepalaku..
ada sedikit rasa kecewa di mukamu..
tapi kau tak pernah jera untuk mencobanya..

waktu aku kelas 1 SMA..
sejak dulu dirimu tak pernah melewatkan kesempatan untuk mengambil rapotku dan adikku..
mendiskusikannya di rumah dan membuka wawasan kami mengenai kehidupan di masa datang..

waktu aku kelas 2 SMA
idealismemu membuat Allah mengujimu..
karena Allah sayang padamu…
Dia ingin melihatmu berubah dalam hal pandangan hidupmu….

waktu aku kelas 3 SMA
engkau harus berpisah denganku…
aku tahu engkau sangat sedih…
tapi aku tahu ini yang terbaik untukmu dan ibuku…
kau menghibur dirimu dengan menelponku…

waktu aku masuk ITB
dirimu sangat bangga terhadapku….
memberitahuku tentang segala hal yg berhubungan dengan kuliahku…
bersemangat melihat anaknya mengejar cita2nya…(walaupun bukan arsitek)

waktu aku tingkat 2
dirimu bilang: ayah ngebiayain kuliah inda sampe umur inda 23 ya…
aku tahu itu dirimu lakukan karena ingin melihat anakmu mandiri…

waktu aku tingkat 3
aku kadang khawatir melihat kondisimu yang bertambah gemuk…
semoga engkau tetap sehat ayah…

31 desember 2008
untuk yang ke-3 kalinya kau tak bertahunbaru bersamaku…
kaupun menelponku bertanya sedang apa
aku tahu dirimu sangat sedih karena tidak berada bersama anakmu saat itu…

1 januari 2009
kau menelponku lagi dan bertanya sedang apa…
dan menawariku makan dirumahmu besok…

2 januari 2009
kau datang dengan gembiramenjemputku dan adikku…
kau terlihat terengah-engah ayah…
kata bunda tidurmu sesak…

3 januari 2009
kau masuk rumah sakit…
kata dokter jantungmu bengkak…
aku kaget dan langsung menjengukmu…
ada rasa bahagia di wajahmu…
kau pun ingin makan bersamaku dan adikku di meja makan…
agar merasakan kehangatan sebuah keluarga….
tapi aku merasa lain ketika menatap matamu…
ada perasaan : takut mati…

4 januari 2009
maaf ayah…
tapi aku harus pulang…
aku harus ujian & presentasi…
kaupun melepasku seperti biasa…

6 januari 2009
kau mengsmsku dengan bahagia…
“nak, tensi ayah dah turun, kalo tekanan darah hari ini normal hari ini dah boleh pulang, ayah sayang inda”
malamnya kaupun menelponku
“ayah lagi di jalan nak, lagi ke atm mo ngirim uang buat inda”
aku pun kaget karena ayahku menyetir sendiri
hati-hati ayah,ayah baru sembuh…

7 januari 2009
pagi yang tenang setelah selesai ujian dan presentasi…
tiba2 akupun dikejutkan dengan telpon ibu
“ayah masuk rumah sakit lagi, mbak cepet pulang, ibu udah pesen travel jam 6.45 pagi ini”
aku pun bersegera pulang
di tengah perjalanan bunda pun menelponku sambil menangis
akupun meyakinkan bunda bahwa sedang dalam perjalanan
sampai di rumah sakit kau pun sudah berada di ICU ayah….
akupun langsung dibawa bertemu denganmu oleh bunda…
dirimu tampak setengah sadar…
kupanggil-panggil dirimu…
kupegang tanganmu…
dirimu kemudian menyadari, ada aku di sampingmu…
berusaha menyentuh wajahku…
mengusap air mataku…
tanganmu meremas tanganku…
terkadang bunda menghiburmu dengan bercanda menawarimu Big Mac…
salah satu makanan favoritmu…
kau pun mengisyaratkan dengan tangan: “2” sambil tersenyum (walaupun terhalang selang oksigen)
dan kami pun tersenyum…
ketika aku pulang aku berkata: “aku pulang dulu ya yah,besok aku balik lagi,assalamu’alaykum…”
dan kau pun menjawab dengan kekuatan yang kau miliki: ‘wa’alaykumussalam”

8 januari 2009
kau tak sadarkan diri…
terkadang dirimu mengerang kesakitan..
tampaknya kondisimu memburuk…
aku hanya bisa berdo’a…
ya Allah selamatkan ayah hamba…

9 januari 2009
pernapasanmu agak bermasalah…
doktermemasang sesuatu pada tenggorokanmu..
agar dapat bernapas lebih lega..
air senimu berdarah…
dokter memberimu obat pengencer darah…
dilema obat yang berefek pada ginjalmu…
ya Allah semoga ayah tidak apa-apa

10 januari 2009
darah di air senimu bertambah sedikit…
ada sedikit harapan di pikiranku…
setiap menjengukmu aku selalu melihat CEGmu…
karena hanya dari benda itu aku tahu dirimu masih disini…

11 januari 2009
tensimu berada pada angka yang mengkhawatirkan…
190/130 pada 10 menit pertama…
kemudian drop menjadi 70/40…
ya Allah berikan yang terbaik kepada ayah…
malamnya aku mengantar teh hangat untuk bunda…
masih ada saudaraku di sana…
bunda menawariku untuk melihat ayah lagi…
tapi itu sudah malam,ICU sudah tutup…
aku berkata: besok aja lagi, gapapa…
sampai aku tahu, tak ada lagi kata ‘besok’…

12 januari 2009
maafkan aku ayah…
aku terlambat pergi ke rumah sakit…
tugas-tugasku meminta perhatianku lagi…
10.00 sebentar lagi ayah…
10.10 sebentar lagi aku pergi melihatmu…
10.15 aku mencari handphoneku
10.16 ada banyak misscall disana…
10.17 rumah sakit menelponku memberitahukan bahwa kondisi ayah yang kritis…
10.20 percepat gerakanku sambil memberitahu ibuku agar kami pergi ke rumah sakit segera…
10.25 ibuku mencari kunci bahkan menawariku opsi naik ojek agar lebih cepat…
10.30 kami sudah akan berangkat, bunda menelponku sambil menangis..”ayah udah ga ada”
aku menangis seketika
dipeluk ibuku…
bersegera ke rumah sakit…
tak henti-hentinya aku berdo’a…
ya Allah…
maafkan hamba yang tak pernah mencintai ayahku dengan pantas…
aku tak tahu seberapa banyak perbuatan baik yang ia telah lakukan…
yang aku tahu ia sangat mencintai anak-anaknya…
jadikanlah rasa cintanya kepada kami pahala baginya…
berikanlah tempat yang terbaik baginya…
karena hamba tahu Engkau Maha Pengampun Dosa
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


Actions

Information

4 responses

19 12 2009
khristya

huhuhu. . .

T_T teh arinda. . .

semangka selalu teh,,
huhu
terharu..

8 06 2010
greenboy

sabar y nda..

terus berdoa buat ayah arinda, dan jangan lupa memintakan ampun kepada Allah buat ayah arinda..

tetap semangat menjalani hidup!! karena semuanya pasti akan kembali kepada Allah..

9 06 2010
arindaap

iya, makasi y gi

19 08 2014
Muthia Hael

Inda..makasih banyak sharingnya..mengingatkan Muti yg masih mempunyai Bapak untuk senantiasa bersyukur dan tidak mengeluh atas segala kekurangannya saat mendidik Muti..ya Allah betapa si Muti teh masih sering kufur nikmat atas pemberian Allah melalui perantara orang tua T.T.. Da apalagi atuh ya yang amalnya tak terputus selain doa anak shaleh..Kalau bukan kita siapa lagi yg mendoakan..T.T..nuhun Inda..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: