Selepung (Analogi Sebuah Invensi)

9 06 2010

Pernah baca novel Pippi Langstrump (a.k.a Pippi Longstocking atau artinya Pippi si Kaus Kaki Panjang) karangan Astrid Lindgren?

Dulu saya pernah membaca salah satu serinya, yaitu Pippi di Negeri Taka-Tuka.

Saya menemukan sesuatu yang menarik di sana, ceritanya begini :

Pippi adalah seorang anak yg senang memakai kaus kaki panjang bergaris-garis, memiliki rambut panjang berwarna pirang, dan sering dikepang dua kanan-kiri, dan memiliki bintik-bintik merah di kedua pipinya. Pippi seorang anak yg selalu ingin tahu, terkadang jahil, dan membuat kesal orang lain.

Nah, salah satu bab novel tersebut berjudul : Pippi menemukan Selepung

Saya mencarinya di google books, dan ternyata ada lho, hohohoho… :D

Kalo mau baca selengkapnya ada di :

http://books.google.co.id/books?id=zQE_bTEM_D8C&pg=PA32&dq=selepung&ei=ZV8OTJTEPKaIkAS00c2lCQ&cd=1#v=onepage&q=selepung&f=false

Hasil googling kata ‘selepung’ ternyata bisa baca e-booknya :D

Hal menarik pada cerita tersebut adalah seorang anak yang menemukan sesuatu hal yang baru kemudian diapresiasi oleh dirinya dan lingkungannya, walaupun belum jelas diketahui apakah kegunaan kata ‘selepung’ itu. Tapi kemudian dengan keyakinan yang besar dia mencari tahu lebih lanjut tentang ‘temuan’nya itu. Tak peduli dimanapun ia harus mencarinya.

Mungkin mental seperti itulah yang dimiliki para penemu, peneliti, desainer, atau pekerjaan lain yang membutuhkan ketahanan diri yang tinggi dalam memperoleh suatu kebaruan. Bukankah sebuah invention sangat berarti dan dapat memunculkan invention lainnya atau pengembangan daripadanya yang dinamakan inovation?

Saya jadi teringat perkataan dosen saya pada mata kuliah HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) di Desain Produk ITB, Bapak Rizky Adiwilaga (seorang konsultan, praktisi HaKI, dan spesialis design protection dalam bidangnya) : HaKI adalah kekayaan yang dapat diperbaharui, tidak akan habis, dan sangat tergantung dari kualitas sumber daya manusia di negara tersebut. Jepang misalnya, menjadi negara terkaya kedua di dunia karena banyaknya HaKI yang didaftarkan (baik itu paten, hak cipta, desain industri, atau yang lainnya).

Jepang mengalami defisit sekitar 4000000000000 Yen dalam hal perdagangan teknologi sedangkan aplikasi paten domestik di Jepang dihitung sebanyak 4.400.000 dalam dekade (1986-1995)

Sumber : http://www.jpo.go.jp/shiryou_e/toushin_e/kenkyukai_e/rep21eng.doc

Pemerintah Jepang sangat aktif dalam pembiayaan riset yang dilakukan oleh lembaga-lembaga atau perguruan tinggi di negaranya. Kepedulian Pemerintah Jepang didasari pemahaman akan pentingnya sebuah invensi ataupun inovasi.

Saya kira mencontoh kebaikan dari orang lain untuk kita tiru sangat baik. Walaupun sumber daya alam negara Jepang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia, terkadang kita terlalu merasa cukup dengan itu. Masih terngiang-ngiang lagu ‘Kolam Susu’-nya Koes Plus. Semoga puji-pujian akan kekayaan negeri khatulistiwa tidak membuat kita berbangga hati dan berhenti berinovasi dan ber’invensi’.

Selamat berinovasi dan ber’invensi’ kawan!

INOVATION AWARENESS CAMPAIGN :D





Sirah Nabawiyah dalam Konteks Problematika Umat Saat Ini

8 06 2010

Kajian ini dibawakan oleh Ustadz Suherman dalam acara Pengajian Warga Ganesha yang diadakan pada tanggal 29 Mei 2010 oleh Divisi Eksternal Keluarga Aktivis Masjid Salman ITB periode 2009-2010, semoga bermanfaat :)

(Notulen : Arinda & Yasrina)

–Mohon maaf atas kesalahan dalam penulisan yang mungkin terjadi–

Contoh problematika umat saat ini:

  • Wanita lebih rendah dari makanan
  • Ekonomi hanya berputar pada orang-orang yang kaya dan punya jabatan
  • ‘Tuhan’ zaman sekarang adalah jabatan dan manusia (baik laki-laki maupun perempuan)

Manusia diberikan kelebihan oleh Allah SWTàakal

Teladani Rasulullahà’Contek’ seluruh aspek yang dicontohkan Rasulullah

Manusia memang serba salah, ketika tidak boleh mencontek waktu ujian misalnya malah mencontek, ketika Allah meminta kita untuk ‘mencontek’ Rasulullah sulit sekali.

Untuk para wanita (analogi yang sedikit aneh dari ustadz) :

Jadilah seperti kue brownies, tidak diizinkan dipegang dan dicicipi sebelum dibayar, harganya pun mahal. Jangan seperti cireng atau bala-bala yang harganya murah dan boleh dipegang-pegang untuk memilih yang masih hangat dan garing.

Jika semua orang memahami agamanya, maka dengan sendirinya akan memahami dan akan menjadikan semua yang dilakukannya bernilai ibadah di hadapan Allah SWT, contoh : belajar, bekerja, membereskan rumah, dsb.

Jika semua orang memahami semua yang dimilikinya saat ini adalah milik Allah SWT, maka dengan sendirinya akan memahami aturan Si Empunya Barang akan perbuatan kita terhadap pinjaman tersebut.

Rasulullah mengatasi permasalahan umatnya dengan :

  1. Memperbaiki akidah umatnya
  2. Memahamkan umatnya akan agamanya
  3. Mempersaudarakan sesama umatnya
  4. Memperhatikan pemberdayaan perekonomian umatnya

Seperti cerita Abdurrahman bin Auf yang dipersaudarakan dengan Usaid, ketika Usaid dengan tangan terbuka menerima dan mencintai Abdurrahman sampai separuh harta dan istrinya rela ia berikan, Abdurrahman hanya meminta ditunjukkan arah jalan menuju pasar.

Begitupula dengan cerita perebutan sumur pada zaman Rasulullah, pada masa itu sumur yang menjadi kebutuhan utama umat muslim dikuasai oleh Yahudi. Seluruh orang yang ingin mengambil air dari sumur tersebut harus membayar dengan mahal. Ketika umat muslim tidak sanggup lagi mereka mengadu kepada Rasulullah agar Rasulullah melakukan sesuatu terhadap sumur tersebut untuk kepentingan umat muslim. Rasulullah menawarkan kepada sahabat-sahabat Rasulullah siapa yang sanggup membeli sumur tersebut dari tangan Yahudi. Akhirnya Ustman bin Affan pun menyanggupi. Dengan ditemani oleh Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib (kayaknya, lupa euy…), maka Ustman pun menemui Yahudi pemilik sumur tersebut. Menyadari betapa membutuhkannya umat muslim akan sumur tersebut, maka Yahudi itupun dengan tegas menolak menjualnya. Akhirnya Ustman menyusun rencana berikutnya, niatnya kali ini bukan untuk membeli sumur, tapi hanya menyewanya saja. Sang Yahudi pun membolehkan dengan syarat hanya 3 hari (1 kali kesempatan per dua hari) dari seminggu dan itupun hanya boleh menggunakan pada malam hari saja. Namun, hal tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kaum muslimin. Setiap malam dimana sumur tersebut menjadi hak kaum muslimin, mereka berbondong-bondong membawa tempat air dan memenuhi cadangannya hingga cukup untuk 3 hari, pada hari selanjutnya dimana kaum Yahudilah yang menguasai sumur, tidak ada kaum muslimin yang membeli air di sumur. Lama kelamaan Yahudi itupun merugi karena tidak ada yang membeli. Pada saat itulah, Ustman menawarkan kembali kepada Yahudi tersebut untuk membeli sumur tersebut. Yahudi tersebut berpikir ada baiknya ia mengambil kesempatan tersebut, daripada ia mengalami kerugian lebih baik ia menerima tawaran tersebut. Yahudi tersebut tetap ingin mengambil keuntungan dari penjualan sumur tersebut dengan menentukan harga jualnya, yaitu sama seperti harga jual yang ia katakan dulu. Akhirnya Ustman pun membeli sumur tersebut. Sejak saat itu sumur tersebut dipergunakan untuk kepentingan umat muslim.

Dalam cerita tersebut sumur diasosiasikan sebagai sumber penghidupan masyarakat, sebagai kebutuhan primer yang tidak dapat digantikan, dan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Seperti sistem ekonomi, ketika sesuatu hal yang merupakan kepentingan masyarakat diprivatisasi dan dikomersialisasi maka bukan kemakmuranlah yang didapat, melainkan kesengsaraan masyarakat.

Umat Islam seharusnya :

  1. Hidup bernilai ibadah
  2. Sebagai khalifah
  3. Menciptakan ukhuwah (persaudaraan karena Islam)
  4. Menguasai politik dan ekonomi

Oleh karena itu, yang harus dilakukan oleh umat Islam saat ini adalah :

  1. Belajar
  2. Lupakan perbedaan
  3. Belajar mandiri
  4. Memilih pemimpin yang jujur dan amanah




What should we do?

31 05 2010

Mudah-mudahan pertanyaan tersebut setidaknya pernah terlintas di benak muslim dan muslimah yang pernah mendengar atau melihat berita penyerangan Israel ke Gaza dan rakyat Palestina.
Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia sangat diharapkan kontribusinya dalam rangka membela saudara-saudara kita di sana. Bahkan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, datang ke Indonesia pada tanggal 29 Mei 2010 dan bertemu Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk meminta bantuan Indonesia untuk Palestina. Bahkan diperkirakan RI dapat menjadi mediator konflik Israel-Palestina (baca juga : http://inilah.com/news/read/politik/2010/05/31/567881/ri-dilamar-jadi-mediator-konflik-palestina-israel/ ).
Sementara kita sebagai negara Indonesia, sebagai sesama manusia, dan sebagai sesama muslim, apa yang harus kita lakukan?
Beberapa hal yang bisa saya sarankan adalah:
1. Beritakan dan sebarluaskan berita tentang Gaza dan rakyat Palestina terkini melalui berbagai media.
2. Menyisihkan sedikit rezeki yang kita miliki untuk bantuan sesama muslim, termasuk untuk Gaza dan rakyat Palestina. Ada yang menarik di sini yang saya pelajari dari seorang teman, beliau selalu menyisihkan beberapa persen dari seluruh pendapatannya dan membaginya menjadi 3 bagian: bagian pertama untuk tabungan haji, bagian kedua untuk infaq jika di lingkungan sekitarnya ada yang membutuhkan, dan bagian ketiga untuk palestina.
3. Mengumpulkan dan mengirimkan bantuan apapun baik secara mandiri maupun melalui berbagai elemen yang mengkoordinir bantuan tersebut.
4. Tidak menggunakan produk-produk yang memberikan keuntungannya baik langsung ataupun tidak langsung bagi Israel
5. Yang terakhir yang pasti bisa dilakukan oleh seluruh muslim, berdo’a.
Contoh do’a qunut nazilah:

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُودِ الْمُعْتَدِيْن الَّذِيْنَ قَتَلُوا إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْن ، اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِهِمْ فَإِنَّهُمْ

لاَ يُعْجِزُونَكَ ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَاجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ ، اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً

وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً ، اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمْ وَعَلىَ مَنْ عَاوَنَهُمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَ يُرَدُّ عَنِ

الْقَوْمِ الظَّالِمِيْن

Ya Allah turunkanlah hukumanMu atas kaum Yahudi yang telah melakukan kezhaliman dengan membunuh saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina, Ya Allah hukumlah mereka sesungguhnya mereka tak mampu melemahkanMu, Ya Allah cerai beraikan mereka porak porandakan kesatuan mereka dan turunkanlah balasanMu atas mereka, Ya Allah kumpukan dan binasakanlah mereka dan jangalah Kamu sisakan sedikitpun dari mereka, Ya Allah turunkanlah atas mereka dan semua pihak yang membantu mereka balasanMu yang tidak dapat ditolak oleh kaum pembuat kezhaliman

اللَّهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْن الْمُسْتَضْعَفِيْنَِ فِيْ فِلِسْطِيْنَ ، اللَّهُمَّ الْطُفْ بِهِمْ وَارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ

مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ

وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Palestina, Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari isolasi dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini, Ya Allah terimalah syuhada mereka dan sembuhkanlah yang luka dan sakit dari kalangan mereka, Ya Allah tetaplah bersama mereka dan jauhilah musuh-musuh mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dariMu

اللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ اللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى الْيَهُوْدِ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَالْمُنَافِقِيْنَ

، اللَّهُمَّ سَدِّدْ سَهْمَهُمْ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ يَا حَيُّ يَاقَيُّوْمُ

Ya Allah turunkanlah pertolonganMu buat kaum mujahidin di Palestina, Ya Allah tolonglah mereka menghadapi kaum Yahudi dan penolong-penolong mereka dari kalangan kuffar dan kaum munafiq, Ya Allah tepatkanlah bidikan mereka, rapatkanlah shaf perjuangan mereka dan satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran Ya Hayyu Ya Qayyum.

Di antara orang yang doanya mustajab adalah doa seorang Muslim terhadap saudaranya dari tempat yang jauh. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda, artinya, “Tidaklah seorang Muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak berada di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata, “Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan”.” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan seorang Muslim mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh. Jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka ia tetap mendapatkan keutamaan tersebut. Karena itu, sebagian ulama Salaf tatkala berdoa untuk diri sendiri, mereka menyertakan saudaranya dalam doa tersebut, karena di samping terkabul, dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya.”

Adapun qunut, secara istilah adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, “Suatu doa di dalam shalat pada tempat yang khusus dalam keadaan berdiri.” (Fathul Bari, 2/490.) Dan nazilah artinya malapetaka atau musibah yang turun menimpa kaum muslimin dalam bentuk gempa, banjir, peperangan, penganiayaan dan sebagainya.

Qunut nazilah adalah suatu hal yang disyariatkan dan amat disunnahkan ketika terjadi musibah dan kezaliman.

Imam Syafi’i—rahimahullah—berkata, “Apabila turun musibah kepada kaum Muslimin, disyariatkan membaca qunut nazilah pada seluruh shalat wajib.” (Syarhus Sunnah karya Al-Baghawi 2/279).

Soal lafal, tidak ada hadis dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam yang menunjukkan adanya doa khusus dalam qunut nazilah. Karenanya, seseorang boleh berdoa dengan doa yang sesuai dengan keadaan orang yang tertimpa musibah.

Lafal qunut di atas tidak semuanya dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam. Olehnya, tidak ada keterkaitan dengannya apalagi menganggapnya sebagai doa yang disunnahkan. Dan bagi yang mampu menyusun doa dalam bahasa Arab yang sesuai dengan keadaan musibah, tidak ada larangan baginya untuk berdoa dengannya.

Sumber do’a qunut nazilah: http://www.wahdah.or.id/wis/index.php?option=com_content&task=view&id=1778&Itemid=189





Freedom Flotilla

31 05 2010

“Freedom Flotilla” yang berarti “Armada Kebebasan” merupakan armada terbesar yang membawa bantuan untuk rakyat Palestina. Sekitar 750 orang relawan dari 50 negara bergabung dalam 6 kapal pembawa bantuan ini, termasuk peraih Nobel Perdamaian 1976 Mairead Corrigan Maguire asal Irlandia Utara, beberapa anggota parlemen Eropa dan seorang korban Holocaust yang selamat, Hedy Epstein (85 tahun). Beberapa organisasi Indonesia pun ikut serta, yaitu MER-C dan KISPA (Komite Indonesia untuk Palestina), dan Sahabat Al-Aqhsa, serta 5 orang wartawan dari Aljazeera Indonesia, TV-One, Hidayatullah.com, Majalah Alia, dan Sahabat Al-Aqsha.

Akibat serangan pasukan militer Israel, hingga pukul 18.00 hari ini diperkirakan telah berguguran 16 orang relawan dan 26 orang lainnya luka-luka. Relawan yang meninggal di antaranya 9 orang warga negara Turki dan 7 lainnya sementara belum diketahui. 12 WNI yang ikut serta dalam misi Freedom Flotilla belum diketahui kabarnya.

Seorang WNI yang ikut serta, Santi Sukanto, seorang mantan reporter The Jakarta Post, sempat menceritakan pengalamannya di atas kapal Mavi Marmara yang membawanya ke Pantai Gaza saat ini melalui sebuah e-mail yang dikirimnya ke seorang temannya, Tomi Satryatomo. Baca selengkapnya di blog Tomi Satryatomo:

http://wisat.multiply.com/journal/item/315/Gaza_Tidak_Membutuhkanmu_Santi_Soekanto_dari_Freedom_Flotilla_30_Mei_2010

Berbagai respon telah terjadi sejak diberitakannya serangan tersebut. Ratusan warga negara Turki mendatangi kantor konsulat Israel di Turki, mengecam dihentikannya serangan militer kepada kapal pembawa bantuan tersebut yang mengakibatkan 9 warga Turki meninggal dunia. Sementara Israel, melalui juru bicaranya menyatakan bahwa alasan Israel menyerang karena mereka diserang lebih dulu oleh kapal tersebut dengan pisau dan kayu.

Semoga Allah memperlihatkan yang haq dan bathil, dan memberikan perlindungan bagi para pejuangNya

-dari berbagai sumber-





Kapal Pembawa Bantuan ke Gaza Diserang

31 05 2010

Barusan dapet sms update-an dan nonton TV One:

Sejak shubuh tadi kapal Mavi Marmara dimata-matai dan diserang oleh pihak militer Israel. Serangan dilakukan oleh pihak militer Israel melalui helikopter. Dikabarkan 3 orang relawan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Mavi Marmara dan 5 kapal lainnya membawa 10000 ton bantuan untuk korban di Gaza, termasuk bahan bangunan yang rencananya akan dibangun rumah sakit. Seorang reporter TV One, Muhammad Yasin, sampai saat ini belum dapat dihubungi.

Kapal pembawa bantuan "Mavi Marmara"

berita selengkapnya : http://internasional.tvone.co.id/berita/view/39920/2010/05/31/israel_serang_kapal_misi_kemanusiaan_indonesia_tiga_meninggal/

Semoga Allah senantiasa melindungi hamba-hambaNya dan mensyahidkan orang yang berjuang di jalanNya

-hidup mulia atau mati syahid-





SMS Mohon Do’a

30 05 2010

barusan dapet sms:

MER-C Update: Kapal “Mavi Marmara” yang ditumpangi Tim MER-C pkl 23.30 waktu Turki telah berlayar menuju Gaza bersama kapal lainnya. Jumlah kapal sebanyak 9 buah, dengan >800 penumpang dari 50 negara. Waktu tempuh ke Gaza diperkirakan 15-20 jam. Sementara itu, tentara AL Israel dikabarkan telah bersiap menghadang bahkan menembak iringan kapal bantuan ini & memenjarakan para penumpangnya. Mohon do’a dari seluruh masyarakat Indonesia bagi keselamatan semua peserta pelayaran & bagi kebebasan bangsa Palestina.

–Semoga Allah memberikan pertolongan dan kemenangan yang terbaik untuk hambaNya–





Bersama Partner Paling Lincah se-Dunia :D

29 05 2010

Nisfatin Mahardini
Itulah nama teman sekamarku semester ini di Asrama Putri Salman. Sekilas namanya agak asing di telingaku, siapa ya? Nisfatin yang mana? Ternyata beliau biasa dipanggil Dini, mahasiswa Biologi angkatan 2008. Oo..Dini yang itu, ternyata aku sudah pernah berkenalan sebelumnya.

Dini, namanya mirip dengan adikku, beberapa minggu pertama kami menjadi akrab, membuat Galeri Kami di dalam kamar, makan sushi bareng (ada cerita dibalik makan sushi bareng, check it out!) dan masih banyak lagi. Lama kelamaan dia menjadi seperti adikku, hanya saja…lebih lincah, hehehe…(piss yo ma sista ^^v)

Kami memiliki berbagai kesamaan dan perbedaan, bahkan dari perbedaan tersebut kami memiliki cita-cita besar yang sama dan sebangun, membangun sarana da’wah baru yang sesuai dengan keahlian dan minat kami (top secret lah pokoknya, belum bisa dipublikasikan, hehe :D ).

Sejak hari dimana pembina asrama kami mengumumkan akan ada Astri Award dan Kamar Terbaik, kami memiliki cita-cita untuk mencapainya. Pada saat diumumkan peraih Astri Award dan Kamar Terbaik bulan Maret 2010 kami tahu kami belum saatnya mendapatkannya. Kriteria yang dinilai pada bulan Maret 2010 ternyata adalah kebersihan. Jelas kamar kami tidak bisa memenuhi kriteria tersebut, karena bulan itu dengan seketika kamar kami berubah menjadi Sekre Kampanye SAHABAT (salah satu calon Presiden-MWA Wakil Mahasiswa KM ITB 2010/2011). Maafkan kakakmu adikku, kamar kita tak seperti dulu lagi :(
Sampai pada akhirnya seluruh asrama putri Salman menjadi Sekre SAHABAT, terima kasih wahai teman-teman asramaku!hehe..:D

Baiklah, akhirnya selesai masa kampanye, kamar kami dapat kembali ke bentuk semula (akhirnya adikku…:D). Dini memasang sebuah tempelan penyemangat di lemari kamar kami.

Tempelan tersebut ternyata menjadi pengingat kami dan ikut dibaca oleh seluruh penghuni asrama. Bahkan mereka yang membaca ikut mengingatkan ketika kamar kami tidak rapi. Baiklah teman-teman!

Sampai tiba pada saat pengumuman Astri Award dan Kamar Terbaik. Sepertinya kami tidak mendapatkannya bulan ini, apalagi kamar ‘incumbent’ (a.k.a peraih penghargaan Kamar Terbaik sebelumnya) sangat bersih dan rapi. Tampaknya incumbent tak terkalahkan.
Ternyata pembina asrama kami mengumumkan bahwa peraih penghargaan Kamar Terbaik Asrama Putri bulan April 2010 adalah :

hehehe…
Kami tak habis pikir dan tak percaya, sampai kami menanyakan alasan kenapa kamar kami dipilih. Kamar kami tak cukup rapi untuk disebut Kamar Ter-rapi, atau tak cukup bersih untuk disebut Kamar Terbersih, tapi ternyata pada bulan April 2010 kriteria penilaiannya adalah Kamar Ter-ukhuwah!
Kami senang sekali, hehehe….Alhamdulillah…
We Prove It My Sista! :D








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.